loader image

Dunny Nasution : Rahasia Di Balik Geliga Landak

Dunny Nasution : Rahasia Di Balik Geliga Landak – Landak merupakan salah satu mamalia berukuran tubuh sedang, struktur anatomi yang unik, dan memiliki rambut yang lembut di daerah kepala dan tubuh bagian depan serta bagian ventral. Pada bagian punggung, bagian samping tubuh, dan ekor landak terdapat rambut yang berdiferensiasi menjadi duri yang keras. 

Di Indonesia terdapat lima jenis landak yaitu 

  1. landak raya (Hystrix brachyura)
  2. landak sumatra (H. sumatrae)
  3. landak jawa (H. javanica)
  4. landak butun (H. crassipinis)
  5. dan landak angkis/ekor panjang (Trichis fasciculata). 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa, terdapat dua jenis landak yang dilindungi di Indonesia, yaitu landak raya dan landak jawa.

Perburuan landak di alam liar terus meningkat, hal ini memicu terjadinya penurunan populasi landak dan semakin sulitnya menemukan landak pada habitat aslinya. 

Menurut kepercayaan masyarakat di beberapa daerah, daging landak jawa mempunyai banyak khasiat, antara lain dipercaya dapat meningkatkan vitalitas laki-laki dan menyembuhkan penyakit Asma. 

Selain itu, landak juga sering menjadi incaran para pemburu batu geliga yang terdapat pada landak karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit ganas seperti kanker, meskipun hingga saat ini keberadaan serta khasiat dari batu geliga pada landak belum dapat dibuktikan secara medis.

Baca Juga : Khasiat Geliga Landak

Hasil wawancara dengan masyarakat di Kalimantan ditemukan bahwa geliga merupakan endapan yang mengeras yang terbentuk dalam tubuh landak. Protein dan enzim yang terkandung dalam geliga landak dipercaya bermanfaat menyembuhkan leukemia, kanker payudara, tumor otak, sakit empedu, batu ginjal, liver, gangguan syaraf, gangguan metabolisme, dan flu tulang. 

Dunny Nasution : Rahasia Di Balik Geliga Landak

Peneliti melaporkan bahwa landak-landak yang diketahui sering memakan getah sirat beracun (Antiaris toxicaria) akan berpeluang memiliki geliga di dalam tubuhnya sehingga sering menjadi incaran pemburu. Penelitian yang dilakukan oleh Firus Khan et. al. (2017) mencoba membuktikan khasiat anti-kanker dari batu geliga landak. 

Hasil pemberian ekstrak batu geliga pada kultur sel kanker paru-paru menunjukkan bahwa pada dosis tertentu ekstrak batu geliga bersifat sitotoksik untuk sel kanker namun tidak untuk sel-sel yang sehat serta menyebabkan perlambatan pertumbuhan sel kanker. Sel kanker yang diberikan ekstrak batu geliga menunjukkan gejala apoptosis (kematian sel terprogram) dengan inti sel terkondensasi dan sitoplasma menyusut terlepas dari sel-sel tetangganya.  

Terbuktinya khasiat batu geliga meningkatkan urgensi untuk pembuatan peraturan-peraturan yang mendukung pemanfaatan lestari landak. Akademisi dan pemerintah perlu bekerjasama untuk segera menyusun panduan penangkaran landak agar masyarakat dapat memanfaatkan landak hasil penangkaran sehingga mengurangi tekanan pada populasi landak di alam.

Batu Landak sendiri merupakan jenis batu langka dan ditemukan di dalam perut landak. Landak adalah mamalia yang hidup di hutan. Mereka memiliki lapisan duri tajam yang berguna untuk membela diri mereka dari predator pemangsanya di hutan.

Baca Juga  Porcupine bezoar

Seekor Landak memiliki vitalitas kuat, sering sakit tetapi cepat sembuh, Ia adalah herbivora. Saat seekor landak terluka atau sakit, ia akan mencari batang tanaman sambiloto dan akar-akar tanaman pahit yang memiliki sumber nilai medis tinggi dan baik untuk Manusia. Saat penyembuhan itu berlangsung, sebuah batu bisa terbentuk di dalam perutnya yang dikenal dengan geliga landak.

Makanan herbal yang dicerna Landak akan menghasilkan jenis antibodi untuk menetralisir toksin atau racun dalam tubuh. Ketika landak mengkonsumsi ramuan alami dalam waktu yang lama. Sebuah batu akhirnya akan terbentuk di dalam tubuh landak, sisa-sisa makanan herbal dalam tubuhnya perlahan-lahan akan berkumpul dan membentuk jenis batu seperti substansi, yang dikenal sebagai “Geliga Landak”.

Namun, tidak semua landak menghasilkan Geliga dalam tubuh seekor landak. Setiap landak hanya dapat membentuk satu batu landak masing-masing, sehingga akan sangat jarang anda bisa mendapatkannya.

Manfaat batu landak telah digunakan sebagai obat oleh suku-suku di Tiongkok dan Asia Tenggara. Di Tingkok dan Malaysia Batu landak banyak digunakan sebagai obat alternatif untuk pengobatan kanker, demam berdarah, meningitis, herpes, infeksi tenggorokan, efektif untuk penyakit kulit, pengerasan pembuluh koroner, menghilangkan angin, nyeri ulu hati, lambung, epilepsi, hepatitis, pneumonia dan berbagai penyakit lainnya.

Leave a Reply

error: Content is protected !!