Obat Kanker? : Aplikasi Terapeutik Sediaan Radiofarmasi


Jaringan
dan alat-alat tubuh tersusun dari berjuta-juta sel-sel mikroskopik dengan
bentuk, ukuran, dan fungsi yang karakteristik serta bergantung pada
organ/jaringannya.Semua sel mempunyai kemampuan reproduksi/pembelahan sel untuk
memperbaiki kerusakan akibat penyakit atau kecelakaan.Selain itu, sel-sel yang
tua diganti dengan sel-sel baru karena sel-sel tersebut mempunyai lifetime tertentu.

Kecepatan
penggantian sel tidak sama, ada yang cepat, ada pula yang lambat, sebagai
contoh, sel darah mempunyai lifetime rata-rata16minggu.
Pada kondisi normal, tubuh secara teratur/regular membangaun jaringan untuk
pertumbuhan pada anak-anak atau pemeliharaan atau replacement pada semua umur.

Jika ada
suatu kelainan, pertumbuhan sel terjadi secara abnormal yang dikenal dengan
tumor atau kanker. Jika pertumbuhan abnormal ini tidak segera diobati atau
disembuhkan pada waktu/tahap permulaan, akan menular ke jaringan
sekitarnya.Kemungkinan lain, sel kanker akan terlepas dan terbawa aliran darah
atau lymp streams ke bagian lain pada
tubuh dan akan tumbuh disana.

Sel-sel
kanker terutama tersusun dari sel-sel yang mudah terbagi dan belum matang
sempurna sehingga lebih mudah terbunuh oleh radiasi dibandingkan dengan sel
jaringan tubuh di sekelilingnya.Hal tersebut merupakan dasar pengobatan kanker
dengan ionisasi radiasi.

Efektivitas
pengobatan kanker didasarkan kanker 
dengan radiasi bergantung pada jenis kanker; lokasi;penyebaran sel-sel
kanker;umur dan kesehatan pasien, dan lain lain. Penggunaan terapeutik
didasarkan pada fakta bahwa jika radioisotope dalam jumlah yang cukup di dalam
jaringan akan menghancurkan sel-sel yang abnormal dan mencegah pembentukkan
jaringan baru. Secara umum terapi isotopic diaplikasikan hanya untuk
penyakit-penyakit yang mengalami perluasan sel yang tidak berfungsi overactiv(Leswara, 2008).

a.      External
Sources

Jika
radioisotope digunakan sebagai sumber tertutup atau sumber luar, dosis berakhir
jika sumber diambil dari tubuh.Jika diberikan secara internal dengan sumber
terbuka, radioisotope dapat dapat berfungsi untuk terapi atau diagnosis, tetapi
dosis tidak dapat diakhiri dengan mengambil sumber dari tubuh.Dalam aplikasi,
total dosis dihitung dari waktu-paruh efektif, jenis dan energi radiasi yang
diermisi serta isotop dalam jaringan.

b.      Teletherapy
Units

Baca Juga  6 MANFAAT KESEHATAN DARI UBI JALAR YANG PERLU ANDA KETAHUI ~ Batu Landak

Mengandung
sejumlah kilo Cure 60Co atau 137Cs yang sering digunakan
dalam penyembuhan luka (lesion),
pascaoperasi atau jika operasi tidak memungkinkan.Monoenergi alamiah dari sinar
gamma memberi keuntungan voltase sinar-X yang tinggi yang mengandung spectrum
energy yang kontinu sebagai tambahan energy yang karakteristik.Akan tetapi,
sumber radioaktif mempunyai kelemahan, yaitu tidak dapat dihilangkan.

Neutron
cepat yang dihasilkan dari generator neutron atau reactor nuklir mepunyai
efektivitas relative bilogis yang lebih besar dari pada sinar-X, tetapi lebih
mahal dan juga kurang diketahui efeknya terhadap jaringan dan daya
penetrasinya.Partikel alfa kadang-kadang juga dapat digunakan.

Cobalt-60 pada 5,27 tahun dahulu digunakan untuk radioterapi
berkas eksternal, sekarang lebih banyak digunakan untuk sterilisasi.

c.      Surface
Sources

Untuk
pemakaian kulit dan mata, terapi terdiri dari apikator yang mengandung pure beta emitter seperti 32P
dan 90Sr.Radioisotop fosfor dapat dipakai
untuk menentukan tempat tumor di otak. Selain itu, fosfor-32 juga merupakan
radioisotop andalan dalam terapi polisitemia vera dan leukemia. P-32 digunakan
untuk pengobatan penyakit polycythemia rubavera, yaitu pembentukkan sel darah
merah yang berlebihan.Di dalam penggunaannya P-32 disuntikkan ke dalam tubuh
sehingga radiasinya yang memancarkan sinar beta dapat menghambat pembentukan
sel darah merah pada sumsum tulang.

d.      Extracorporeal
irradiation

Untuk mempelajari kelainan pada kelenjar tiroid, mendeteksi
kerusakan pada kelenjar gondok,hati dan otak digunakan radioisotop I-131.I-131
digunakan sebagai terapi pengobatan untuk kondisi tiroid yang over aktif atau
kita sebut hipertiroid.I-131 ini sendiri adalah suatu isotop yang terbuat dari
iodin yang selalu memancarkan sinar radiasi. Jika I-131 ini dimasukkan kedalam
tubuh dalam dosis yang kecil, maka I-131 ini akan masuk ke dalam pembuluh darah
traktus gastrointestinalis. I-131 dan akan melewati kelenjar tiroid yang
kemudian akan menghancurkan sel-sel glandula tersebut. Hal ini akan
memperlambat aktifitas dari kelenjar tiroid dan dalam beberapa kasus dapat
merubah kondisi tiroid.

e.      Internal
sources

198Au disuntikkan dalam bentuk suspense
koloid (secara intraperitoneal atau intrapleural) ke dalam cairan tubuh yang
mengandung serous cavity. Mula-mula akan terdifusi secara cepat kedalam
cairan, kemudian terkumpul pada permukaan cavity
berupa endapan kasar.Cara ini sudah berhasil digunakan pada pengobatan
tumor peritoneal dan preural.Dalam hal ini, cairan terkumpul di perut dan dada
tanpa mempengaruhi sifat fisik tumor.198Au hanya membunuh tumor pada
permukaan saja.Kadang-kadang dijumpai efek samping radiation sickness.198Au secara eksperimen juga
digunakan pada pengobatan kanker prostat serta cervical uterine dan bladder
tumor.

f.       
192Ir

Terdiri
dari butir-butir 192Ir pada pia nilon yang diimplantasikan ke dalam
tubuh untuk pengobatan tumor.

g.      Natrium
fospat (32P)

Radioisotop natrium-24 dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan
peredaran darah dalam tubuh manusia.Larutan NaCl yang tersusun atas Na-24 dan
Cl yang stabil disuntikkan ke dalam darah dan aliran darah dapat diikuti dengan
mendeteksi sinar yang dipancarkan, sehingga dapat diketahui jika terjadi
penyumbatan aliran darah.

Baca Juga  Makhluk Seperti Apakah APOTEKER itu?

Digunakan
untuk pengobatan polycythemia vera  untuk mengurangii kecepatan pembentukkan
eritrosit. 32P dimetabolisme seperti P non-isotop sehingga 32P
terdistribusi secara cepat ke semua jaringan dan terkonsentrasi pada jaringan
yang terjadi pembelahan secara cepat seperti jaringan yang terkena kanker.

Konsentrasi
32P adalah 1,5-5 mCi terkumpul pada sumsum tulang, tetapi hanya
menekan pembentukan eritrosit sebagian. 32P juga digunakan untuk
pengobatan chronic granulocycit leukemia (menghilangkan
gejala).

h.      Yttrium
(90Y)

Mempunyai
waktu-paruh 64 jam, mengemisi partikel bata tunggal, dengan energy maksimum
2,27 Mev dan tidak mengemisi radiasi gamma. Pembentukkan kelat dengan N-hydroxyethylenediamina- triacetic cid (Ed-ol)
akan menyebabkan 90Y terkumpul didalam tulang dan dapat dipakai
untuk meramalan adanya kelainan darah. Kelat ini digunakan untuk pengobatan
leukemia dan multiple myeloma chelat dengan
DTPA (diethylen etriamine penta acetic
acid
) digunaka untuk limpa.

i.       
Iod (125I) dengan
waktu-paruh 60hari

Secara
implatansi, permanen untuk  pengobatandeep-scated tumor, misalnya di dada.Iodine-125 digunakan dalam brachytherapy kanker (prostat
dan otak), juga diagnosa untuk mengevaluasi tingkat filtrasi ginjal dan untuk
mendiagnosis deep vein thrombosis di kaki.Hal ini juga banyak digunakan dalam
radioimmuno-pengujian untuk menunjukkan adanya hormon dalam jumlah kecil.

Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by Obat Kanker? : Aplikasi Terapeutik Sediaan Radiofarmasi and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. for purchase information contact at Whatsapp Number 6281360000123 - Batu Geliga Landak

Baca Juga  Obat Kanker? : Mineral untuk Tubuh
Default image
Dunny Nasution
Articles: 705

Leave a Reply

error: Content is protected !!