loader image

Potensi Pengembangan Batu Landak

Landak adalah salah satu hewan Kelompok roden yang dapat digunakan. oleh komunitas Pemanfaatan Landak. Ini menunjukkan tren yang lebih besar. Pemanfaatan tubuh landak (Hystrix Brachyura) di negara luar terus meningkat setiap tahun, karena harga dari landak liar lebih murah. dibandingkan dengan daging landak peternak.

Indonesia sebagai salah satu daerah sebaran landak juga menjadi merupakan negara pemasok landak untuk konsumsi luar negeri. Landak dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk. Pemanfaatan landak yang umum di masyarakat adalah sebagai material perhiasan atau dekorasi, konsumsi dan bahan obat tradisional.

Kehidupan Landak

Landak mempunyai panjang badan antara 40 sampai dengan 91 cm dan panjang ekor berkisar antara 6 sampai dengan 25 cm. Bobot badan landak secara normal berada di antara 5.4 sampai dengan 16 kg (tergantung spesies).

Landak memiliki berbagai macam corak rambut dan duri, yaitu coklat, hitam, abu-abu, dan putih. Duri landak merupakan karakteristik dari suatu spesies landak yang dapat berbeda antara spesies landak satu dengan spesies landak yang lainnya. Ekor landak juga ditutup oleh rambut yang mengalami modifikasi menjadi duri yang dapat berderak.

Landak termasuk hewan poliestrus. Masa kebuntingan pada landak adalah sekitar 94 sampai dengan 100 hari Seekor landak biasanya memiliki 2 sampai dengan 4 anak per kelahiran. Landak betina dapat melahirkan sebanyak dua kali dalam setahun. Sebelum melahirkan, landak betina akan menggali tanah untuk membuat suatu ruangan sebagai tempat melahirkan. Landak yang baru dilahirkan memiliki duri-duri lembut yang akan mengeras beberapa jam kemudian setelah kelahiran.

Walaupun anak landak mulai dapat memakan pakan keras setelah 2 minggu kelahiran, induk landak masih harus menyusuinya selama 13 sampai 19 minggu. Landak muda akan tinggal secara berkoloni sampai mereka mencapai umur dua tahun. Sebelum mereka mencapai umur 2 tahun, mereka akan tinggal bersama dengan induknya di dalam sarang.

Pemanfaatan landak untuk Perhiasan dan dekorasi

Seekor landak mempunyai kurang lebih 30.000 duri yang menutupi setiap inci tubuhnya, kecuali pada bagian wajah, perut, dan pada bagian bawah kaki dan ekornya. Duri-duri landak merupakan alat pertahanan utama dari predator. Panjang duri landak pada bagian wajah hanya sekitar 1.2
cm, sedangkan pada bagian punggung, panjang rambut landak bisa mencapai 13 cm. Setiap duri dapat menusuk tubuh korban sedalam sekitar 1,5-4 inci.

Duri digunakan dalam industri tekstil sebagai hiasan baju. Duri landak juga banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan dekorasi peralatan rumah tangga misalnya bahan dekorasi lampu, kaca, tempat tissue, dan bahan baku pembuatan aksesoris remaja (gelang, kalung, dan anting-anting).

pemanfaatan landak

Konsumsi (Daging)

Landak banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena dagingnya memiliki cita rasa yang lezat dan berkahasiat menyembuhkan penyakit. Daging landak dapat diolah menjadi satai seperti yang dilakukan masyarakat di Tawangmangu, Jawa Tengah dan Malang ,Jawa Timur. Beberapa alasan masyarakat membeli landak dari penangkaran maupun landak liar adalah karena kandungan nutrisi, kualitas daging, bebas dari penyakit, dan beberapa alasan personal.

Daging landak mengandung protein 59,91%, lebih tinggi dari hewan lain, lemak 27,8% dan kolesterol 76mg/100g yang lebih rendah dari kolesterol daging sapi sehingga daging landak aman untuk dikonsumsi. Daging landak memiliki rasio asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh yang ideal yaitu sebesar 0.7. Kandungan asam lemak Omega DHA daging landak 20,64 mg/100 g lebih tinggi dari salmon dan kandungan EPA 7,61 mg/100g lebih tinggi daripada ikan herring yang mengindikasikan tingginya kandungan antioksidan dalam daging landak.

Daging landak juga memiliki kandungan penguat stamina yang berguna bagi penderita asma dan memiliki gen yang dapat mempercepat penyembuhan luka.

Obat

Beberapa masyarakat di Kalimantan mengolah tepung duri landak dan menggunakannya sebagai obat jerawat. Ekstrak duri landak juga sering digunakan untuk menyembuhkan penyakit gigi dan bisul seperti yang dilakukan di Jawa Tengah. Duri landak digunakan sebagai pereda nyeri patah tulang, yaitu dengan cara membakar duri kemudian dibuat serbuk dan diberikan secara oral.

Duri landak dapat digunakan sebagai obat pereda nyeri dikarenakan adanya asam lemak yang terkandung dalam duri yang dapat menghambat pertumbuhan 6 strain bakteri gram positif. Duri landak juga mengandung asam lemak pada sekitar ±18.6% dari keseluruhan lemak pada durinya.

Hati landak mengandung asam-asam amino, seperti asam aspartat, asam glutamat, hystidin, leusin, dan fenilalanin yang lebih tinggi daripada yang terkandung dalam daging sapi, bebek, tuna, dan hati ayam. Dengan kandungan asam amino yang tinggi hati landak dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit.

Di India usus halus Landak dimanfaatkan sebagai obat gastritits yaitu dengan cara merebus usus landak kemudian air tebusan tersebut diminum. Lambung Landak dapat mengobati demam dengan cara dikeringkan dan dibuat serbuk, kemudian diminum.

Di Indonesia hati Landak jika dibakar dianggap berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit asma dan diabetes. Uji aktifitas afrodisiak ekstrak ekor landak terhadap libido tikus putih jantan dengan
dosis 10.000 ppm menunjukkan tingginya aktifitas tikus putih jantan dalam upaya mendekati tikus putih. Kandungan protein, lemak dan asam amino pada ekor landak mempengaruhi fungsi seksual pada tikus putih jantan.

Leave a Reply

error: Content is protected !!